'Demo anarkis' dan 'brutalitas polisi' dalam aksi tolak Omnibus Law

Pemerintah Indonesia menuding demo menolak Undang-Undang Cipta Kerja di berbagai kota pada Selasa-Kamis (06-18/10) lalu 'ditunggangi' serta diwarnai dengan aksi 'anarkis'.

Akibatnya, lebih dari 1.000 orang ditangkap, sebagian besar kini sudah dibebaskan.

Namun Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) mengungkap adanya kekerasan yang dilakukan polisi kepada pendemo.

Simak juga:

"Kalau sudah ditangkap, mengapa harus dipukuli," kata Asfinawati, Direktur YLBHI. “Sedang orasi, tidak melakukan apa pun, tiba-tiba disemprot gas air mata,” ia menambahkan.

Presiden Joko Widodo menyebut demonstrasi terjadi karena “dilatarbelakangi oleh disinformasi mengenai substansi dari undang-undang [Cipta Kerja] dan hoaks di media sosial”.

Video produksi: Dwiki Marta dan Silvano Hajid

Kontributor: Nanda Fachriza Batubara (Medan), Yuli Saputra, Dicky Nawazaki (Bandung)