Perempuan dari 'satu negara Asia', orang tua bayi yang dibuang di bandara Qatar terungkap, menyusul kasus geledah para penumpang

Pesawat Qatar Airways
Keterangan gambar,

Foto pesawat Qatar Airways. Seluruh penumpang perempuan diperintahkan untuk turun dari pesawat untuk digeledah.

Qatar mengatakan telah mengidentifikasi orang tua bayi yang ditinggalkan di dalam toilet di bandara Doha bulan lalu.

Seorang perempuan dari "satu negara Asia" melarikan diri ke luar negeri setelah membuang bayi itu, kata jaksa di Qatar dan menambahkan mereka tengah berupaya agar perempuan itu diekstradisi.

Tes DNA menunjukkan bahwa seorang pria Asia adalah ayah dari bayi itu, tambah jaksa.

Kejaksaan Qatar juga mengatakan para pejabat telah dikenai dakwaan karena melakukan pemeriksaan dengan penggeledahan penumpang perempuan dalam upaya mencari ibu bayi.

Banyak pihak yang marah setelah sejumlah perempuan yang terbang ke Sydney - termasuk warga Australia, Inggris dan Selandia Baru - mengeluh mereka digeledah untuk mencari tahu apakah di antara mereka ada yang telah melahirkan.

Pemerintah Qatar mengatakan insiden ini bermula setelah bayi perempuan yang baru lahir ditemukan dalam tas plastik di tong sampah Bandara Internasional Hamad, ruang keberangkatan pada tanggal 2 Oktober. Temuan ini memicu pencarian orang tua bayi, termasuk di 10 pesawat yang ada di bandar udara.

Para perempuan diminta membuka baju dan digeledah untuk melihat apakah mereka baru melahirkan atau tidak, setelah ditemukannya bayi di toilet bandara Doha pada 2 Oktober.

Pemerintah Qatar menyebutkan "prosedur standar telah dilanggar".

Menteri Luar Negeri Australia Marise Payne menyebut langkah penuntutan itu sebagai "langkah penting".

"Pernyataan pemerintah Qatar konsisten dengan harapan kami yang menunjukkan pertanggungjawaban, dan tekad untuk mencegah insiden itu terjadi lagi," katanya.

Sebelumnya Australia mengatakan mereka mengajukan protes kepada Qatar atas apa yang mereka sebut laporan "sangat mengganggu" bahwa para penumpang perempuan diminta membuka baju dan digeledah sebelum penerbangan dari Doha ke Sydney.

Keterangan video,

Qatar passenger thought plane was ‘hijacked’

Para penumpang perempuan diperiksa untuk mengetahui apakah ada tanda-tanda melahirkan setelah ditemukannya bayi di toilet Bandara Internasional Hamad.

Bayi yang sampai sejauh ini belum diidentifikasi siapa orang tuanya tengah dirawat setelah ditemukan pada 2 Oktober.

Penggeledahan terungkap setelah para penumpang perempuan Australia angkat bicara. Perempuan dari negara-negara lain juga digeledah.

Semua penumpang perempuan dewasa di penerbangan Qatar Airways itu diminta untuk menjalani penggeledahan, dua di antaranya menceritakan pengalaman mereka kepada Australian Broadcasting Corporation (ABC).

Tiga belas perempuan Australia dibawa ke ambulans di landasan udara dan diminta untuk membuka pakaian dalam sebelum diperiksa, menurut laporan itu.

Salah seorang di antaranya Kim Mills mengatakan kepada media Inggris, Guardian, dia termasuk yang diminta untuk turun dari pesawat dan dibawa ke tempat parkir yang gelap, tempat tiga ambulans menunggu untuk pemeriksaan medis.

Namun, para petugas tidak memeriksanya - menurut Mills - mungkin karena ia berusia 60-an. Tetapi, pengalamannya menakutkan.

"Kaki saya gemetar. Saya sangat takut karena mereka membawa saya ke satu tempat. Mengapa mereka tidak menerangkan kepada saya, apa yang akan mereka lakukan?" kata Mills dan menambahkan bahwa para awak pesawat kemudian memberitahu mereka bahwa mereka juga tidak tahu apa yang terjadi.

"Sangat mengesalkan. Saya tak bisa bayangkan apa yang dirasakan perempuan-perempuan muda itu."

Para penumpang telah naik pesawat sebelum para penumpang perempuan diminta turun, menurut para saksi mata kepada media Australia.

Salah seorang penumpang Wolfgang Babeck mengatakan kepada ABC, perempuan yang diminta keluar dari pesawat, "Banyak...yang marah, dan salah seorang dari mereka menangis - seorang perempuan muda."

Pemerintah Qatar belum mengeluarkan komentar terkait insiden itu. Tidak jelas apakah penumpang perempuan penerbangan lain juga mengalami insiden serupa.

"Mengganggu, menyinggung, memprihatinkan"

Pemerintah Australia mengatakan laporan itu menunjukkan bahwa perlakuan terhadap perempuan "di luar kondisi di mana perempuan dapat memberikan persetujuan."

Saat ditanya oleh para wartawan apakah langkah itu sama saja dengan serangan seksual, Menteri Luar Negeri Parise Payne mengatakan, "Tidak, saya tidak mengatakan itu karena saya belum melihat rincian laporan kejadian itu."

Ia mengatakan kata-kata "rentetan kejadian yang sangat mengganggu, menyinggung, memprihatinkan" telah diajukan ke kepolisian federal Australia yang akan "menentukan langkah selanjutnya" setelah pemerintah menerima penjelasan dari pejabat Qatar.

Keterangan gambar,

Menteri Luar Negeri Marise Payne menyebut penggeledahan sebagai langkah "yang menyinggung" dan "sangat mengganggu."

Australia mengatakan mereka diberitahu soal insiden tersebut pada saat kejadian dan saat itu pemerintah "telah secara resmi mengajukan keprihatinan serius."

Pihak Bandara Internasional Hamad tidak memberikan rincian terkait pemeriksaan ataupun jumlah perempuan serta penerbangan yang terdampak.

Dalam satu pernyataan, bandara mengatakan, "Pihak medis mengungkap keprihatinan kepada para pejabat terkait kondisi kesehatan seorang ibu yang baru melahirkan dan meminta agar ia dicari keberadaannya sebelum (pesawat) berangkat."

"Orang-orang yang bisa masuk ke lokasi tertentu di bandara, tempat bayi baru lahir ditemukan, diminta untuk membantu penyelidikan."

Menlu Australia, Payne mengatakan pejabat Australia telah mengontak penumpang perempuan yang terdampak setelah mereka di Sydney dan mulai menjalani karantina 14 hari di hotel, persyaratan yang saat ini diterapkan untuk penumpang dari luar negeri.

"Mereka telah mendapatkan dukungan yang diperlukan terkait protokol kesehatan selama periode (karantina)," kata Payne kepada wartawan di Canberra.

Ia menambahkan bahwa kejadian itu "luar biasa dan saya tidak pernah mendengar insiden serupa seumur hidup saya."

Bandara Hamad telah mengeluarkan seruan kepada ibu bayi yang baru lahir itu untuk melapor dan meminta kepada siapapun yang mengetahui untuk mengontak petugas.

Saat ini, bayi itu diasuh oleh para petugas medis dan petugas sosial.