Pilpres AS: Pejabat Gedung Putih akui tak bisa kendalikan pandemi Covid-19, apa perbedaan pandangan Trump dan Biden tentang virus corona, perubahan iklim, hingga rasialisme

Trump and Biden

Pejabat Gedung Putih mengakui bahwa Amerika Serikat "tidak dapat mengendalikan pandemi", sembilan hari sebelum pemilihan presiden AS.

Kepala Gedung Putih Mark Meadows mengatakan Covid-19 hanya dapat diatasi dengan cara "mitigasi" seperti dengan vaksin dan langkah terapeutik.

Petahana Presiden Donald Trump dari Partai Republik akan menghadapi penantangnya dari Partai Demokrat, Joe Biden pada tanggal 3 November mendatang.

Biden mengatakan komentar Meadows itu menunjukkan bahwa Gedung Putih mengibarkan "bendera putih kakalahan."

Biden menambahkan komentar Meadows menunjukkan pemerintahan Trump "berhenti terkait langkah mendasar dalam melindungi rakyat Amerika."

Dalam wawancara dengan CNN, Meadows mengatakan langkah mengendalikan virus bukan tujuan realistik karena "virus itu menular seperti halnya flu."

Sekitar 225.000 warga Amerika meninggal sejak pandemi bermula, angka tertinggi di dunia.

Amerika Serikat mencatat kasus baru Covid-19 sebanyak 83.718 pada Sabtu (24/10), menurut data dari Johns Hopkins University, sedikit berkurang dari satu hari sebelumnya yang mencapai 83.757.

Keterangan gambar,

Kasus Covid-19 meningkat di sejumlah negara bagian AS.

Angka tertinggi penularan baru dalam satu hari tercatat pada 16 Juli sebanyak 77.362 kasus.

Trump dan Biden memiliki pandangan berbeda, tidak hanya terkait Covid-19, namun juga perubahan iklim dan rasialisme.

Berikut ini adalah perbedaan pandangan mereka dalam delapan isu utama.

Presiden Trump membentuk gugus tugas virus corona pada akhir Januari. Gugus itu, ujarnya, kini telah mengalihkan fokusnya ke "keamanan dan pembukaan negara".

Presiden juga memprioritaskan pengembangan cepat obat dan vaksin virus corona, menganggarkan $ 10 miliar untuk proyek-proyek semacam itu.

Biden ingin membuat program pelacakan kontak nasional, mendirikan setidaknya 10 pusat pengujian di setiap negara bagian, dan menyediakan pengujian virus corona gratis untuk semua warga.

Dia mendukung mandat pemakaian masker nasional, yang mengharuskan masker dikenakan di gedung-gedung pemerintahan federal.

Presiden Trump skeptis terhadap perubahan iklim, dan ingin memperluas energi tak terbarukan. Dia ingin meningkatkan pengeboran minyak dan gas, dan tak melanjutkan upaya-upaya perlindungan lingkungan lebih lanjut.

Dia telah berkomitmen untuk menarik diri dari Paris Climate Accord - perjanjian internasional tentang penanggulangan perubahan iklim - yang secara resmi akan ditinggalkan AS akhir tahun ini.

Biden mengatakan dia akan segera bergabung kembali dengan perjanjian iklim Paris jika terpilih.

Dia ingin AS mencapai emisi nol bersih pada tahun 2050, dan mengusulkan pelarangan pemberian izin sewa baru untuk pengeboran minyak dan gas di lahan publik, serta melakukan investasi $ 2 triliun dalam energi hijau.

Presiden Trump telah berjanji untuk menciptakan 10 juta pekerjaan dalam 10 bulan, dan menciptakan satu juta bisnis kecil baru.

Dia ingin memberikan pemotongan pajak penghasilan, dan memberikan kredit pajak kepada perusahaan untuk memberi insentif kepada mereka agar tetap membuka lapangan pekerjaan di AS.

Biden ingin menaikkan pajak bagi mereka yang berpenghasilan tinggi untuk membayar investasi di layanan publik, tetapi mengatakan kenaikan hanya akan berdampak pada mereka yang berpenghasilan lebih dari $ 400.000 setahun.

Dia mendukung kenaikan upah minimum federal menjadi $ 15 (£ 11,50) per jam dari tarif saat ini $ 7,25 (£ 5,50).

Presiden Trump ingin mencabut Undang-Undang Perawatan Terjangkau (ACA) yang disahkan di bawah Presiden Obama, yang memperketat peraturan pemerintah federal pada sistem asuransi kesehatan swasta, termasuk menjadikannya ilegal untuk menolak perlindungan bagi orang-orang dengan kondisi medis yang sudah ada sebelumnya.

Ia mengatakan ingin memperbaiki dan menggantinya, meski belum ada rincian rencana yang dipublikasikan.

Presiden juga ingin menurunkan harga obat dengan mengizinkan impor obat yang lebih murah dari luar negeri.

Biden ingin melindungi dan memperluas ACA.

Dia ingin menurunkan usia kelayakan untuk Medicare, kebijakan yang memberikan tunjangan medis kepada orang berusia lanjut, dari 65 menjadi 60.

Dia juga ingin memberi semua orang Amerika pilihan untuk mendaftar dalam rencana asuransi kesehatan publik yang mirip dengan Medicare.

Presiden Trump telah menegaskan kembali janjinya untuk mengurangi jumlah pasukan AS di luar negeri, sambil terus berinvestasi di militer.

Presiden mengatakan dia akan terus meninjau ulang aliansi internasional dan mempertahankan tarif perdagangan di China.

Biden telah berjanji untuk memperbaiki hubungan dengan sekutu AS.

Dia mengatakan dia akan menghapus tarif sepihak terhadap China, dan sebaliknya meminta pertanggungjawaban China, dengan koalisi internasional yang "tidak dapat diabaikan China".

Presiden Trump mengatakan dia tidak percaya rasialisme adalah masalah sistemik dalam kepolisian AS.

Dia telah memposisikan dirinya sebagai pendukung kuat penegakan hukum, tetapi menentang teknik pencekikan terhadap tersangka dan menawarkan hibah untuk praktik-praktik yang lebih baik.

Biden memandang rasialisme sebagai masalah sistemik, dan merencanakan kebijakan untuk mengatasi disparitas ras dalam sistem peradilan, seperti hibah untuk memberi insentif kepada negara bagian yang mengurangi tingkat penahanan.

Dia menolak seruan untuk menghentikan anggaran untuk kepolisian, dengan mengatakan sumber daya tambahan harus diberikan untuk mempertahankan standar yang baik.

Presiden Trump mengungkapkan interpretasi yang luas tentang perlindungan Amandemen Kedua konstitusi AS yang memberi orang Amerika hak untuk memiliki senjata.

Dia memang mengusulkan pengetatan pemeriksaan latar belakang pembeli senjata setelah serangkaian penembakan massal pada 2019, tetapi tidak ada hasil dari rencana tersebut dan tidak ada undang-undang lanjutan yang diajukan.

Biden telah mengusulkan pelarangan senapan serbu, pemeriksaan latar belakang universal, membatasi jumlah senjata yang dapat dibeli seseorang menjadi satu buah per bulan, dan mempermudah penuntutan produsen dan penjual senjata yang lalai.

Dia juga akan mendanai lebih banyak penelitian untuk mencegah kekerasan senjata.

Presiden Trump mengatakan itu adalah hak konstitusionalnya untuk mengisi kekosongan di pengadilan selama sisa masa jabatan pertamanya, dan dia telah mengajukan hakim konservatif, Amy Coney Barrett.

Satu masalah yang dapat segera diputuskan oleh Mahkamah Agung adalah hak untuk melakukan aborsi di AS - sesuatu yang ditentang oleh presiden dan Hakim Barrett di masa lalu.

Biden ingin posisi itu diisi setelah presiden berikutnya menjabat.

Dia mengatakan jika terpilih dia akan berusaha untuk mengesahkan undang-undang untuk menjamin hak perempuan untuk melakukan aborsi jika Mahkamah Agung melarangnya.