Covid-19 di Australia: Melbourne akan hentikan lockdown ketat setelah 112 hari, warga boleh keluar rumah, toko dan restoran dibuka kembali

People pass Flinders Street Station in Melbourne during lockdown
Keterangan gambar,

Melbourne telah menjalankan lockdown sejak Juli.

Kota Melbourne di Australia akan menghentikan aturan lockdown mulai Rabu (28/10) setelah tidak ada kasus Covid-19 baru untuk pertama kalinya sejak Juni.

Negara bagian Victoria itu adalah pusat gelombang kedua Australia, yang menyebabkan lebih dari 90% dari 905 kematian di negara itu.

Ibu kota negara bagian, Melbourne, diisolasi 111 hari yang lalu. Pemerintah setempat memberlakukan kurungan rumah, pembatasan perjalanan, dan penutupan toko dan restoran.

Namun, pada hari Senin (26/10), pihak berwenang mengatakan kota itu siap untuk dibuka kembali.

Keterangan gambar,

Aturan lockdown untuk kedua kalinya diterapkan di Melbourne dan daerah sekitarnya.

"Dengan nol kasus dan begitu banyak pengujian selama akhir pekan ... kami dapat mengatakan bahwa sekarang adalah waktu untuk membuka wilayah," kata Menteri Utama (Premier) negara bagian Victoria Daniel Andrews

Pada bulan Juli, Victoria mencatat lonjakan kasus, lebih dari 700 kasus per hari, tetapi aturan ketat yang mengharuskan warga tinggal di rumah dan penerapan jam malam telah menurunkan jumlah kasus.

Andrews memuji enam juta penduduk negara bagian itu, dengan mengatakan: "Pada dasarnya, ini adalah berkat setiap orang Victoria yang mengikuti aturan dan bekerja dengan saya dan tim saya untuk mengakhiri gelombang kedua ini."

Mulai 28 Oktober, di Melbourne:

  • warga dapat dengan bebas meninggalkan rumah mereka
  • semua toko ritel, restoran, kafe, dan bar akan dibuka kembali, dengan batasan kelompok sebanyak 10 pengunjung di dalam ruangan
  • kunjungan keluarga akan diizinkan, tetapi dengan syarat akan diumumkan pada hari Selasa (27/10)
  • pertemuan luar ruangan hingga 10 orang dapat dilakukan
  • pernikahan bisa dihadiri 10 orang dan pemakaman 20 orang.

Mulai 8 November, di Melbourne:

  • Batas perjalanan 25 km akan dihapus, yang memungkinkan penduduk Melburnian bepergian ke tempat lain di Victoria
  • Gym dan studio kebugaran untuk dibuka kembali
  • Jumlah pengunjung maksimal restoran dan bar dilonggarkan

Andrews mengatakan negara bagian itu siap merayakan Natal dengan normal, tapi meminta warga untuk terus waspada.

"Kita perlu bangga hari ini, optimis dan percaya diri, tapi kita juga harus aman dari COVID-19," ujarnya.

Pada hari Senin, pejabat kesehatan negara bagian melaporkan tidak ada infeksi baru untuk pertama kalinya sejak Juni, dan tidak ada kematian baru.

Kasus aktif mencapai 91.

Victoria's daily cases. Entered lockdown 7 July.  .

Penduduk setempat merayakan pencapaian tersebut dan menuliskan kegembiraan mereka di media sosial.

Strategi yang 'menekan warga'

Australia telah menerapkan penguncian wilayah bersamaan dengan pengujian proaktif dan pelacakan kontak pasien.

Negara berpenduduk 25 juta orang ini, mencatat sekitar 27.500 infeksi - jauh lebih sedikit daripada banyak negara lain.

Pemerintah negara bagian menerapkan karantina wilayah di Melbourne untuk kedua kalinya pada awal Juli setelah mencatat lebih dari 100 kasus per hari.

Infeksi memuncak sekitar sebulan kemudian, sebelum mulai turun.

Aturan yang mengharuskan warga tinggal di rumah juga diberlakukan di seluruh negara bagian.

Aturan yang disebut sebagai salah satu yang terketat di dunia itu membuat perpecahan dalam masyarakat, dan sebagian kecilnya sempat melakukan unjuk rasa.

Dalam beberapa minggu terakhir, banyak pemilik bisnis menyerukan agar negara bagian dibuka kembali, sementara ada juga warga yang mendukung pendekatan menteri utama negara bagian yang berhati-hati.

Sempat terjadi penolakan warga

Karantina wilayah (lockdown) ketat di kota Melbourne Australia sebelumnya diperpanjang dua kali karena jumlah kasus Covid-19 yang belum turun signifikan, kata para pejabat.

Keputusan itu diambil meski ratusan warga berdemo menolak aturan tersebut.

Di awal September, Menteri Utama (Premier) negara bagian Victoria Daniel Andrews mengatakan aturan itu akan berlaku hingga 28 September, dengan sedikit relaksasi.

Pelonggaran bertahap, ujarnya, akan diterapkan mulai Oktober.

Wilayah Melbourne raya memasuki lockdown kedua pada 9 Juli setelah ada peningkatan kasus.

Pembatasan perjalanan sejauh 5 km dan jam malam diberlakukan saat toko-toko dan bisnis tutup.

Lockdown tingkat empat ini pada awalnya dijadwalkan berakhir pada 13 September.

Apa saja aturan karantina wilayah yang diterapkan?

Jam malam Melbourne diperpanjang dari 21:00 menjadi 05:00.

Seorang warga akan diizinkan untuk mengunjungi relasi dekat (support bubble), dan mereka tak akan dibatasi pembatasan perjalanan.

"Hanya ada satu pilihan yaitu menjalankan aturan ini dengan langkah yang stabil dan aman. Kita belum bisa sepenuhnya meniadakan lockdown karena jika itu dilakukan, kita akan menuju ke gelombang ketiga dan kita semua akan kembali dikarantina," kata Andrews dalam konferensi pers di awal September.

"Kita tidak bisa membuka wilayah saat ini. Jika kita melakukannya, kita akan kehilangan kendali dengan sangat cepat ... Saya ingin Natal nanti kondisi bisa senormal mungkin, dan ini adalah satu-satunya cara. Langkah ini adalah satu-satunya cara yang membuat kita akan sampai pada titik itu. "

Keterangan gambar,

Andrews mengatakan negara bagian itu perlu "dibuka dengan cara yang aman"

Saat itu, Andrews menjelaskan jika jumlah rata-rata kasus harian berkisar antara 30 dan 50 pada 28 September, kota itu akan memasuki lockdown tingkat tiga.

Pada tahap ini, pertemuan publik akan meningkat menjadi lima orang dari dua keluarga, dan anak-anak sekolah dan sekolah khusus akan kembali ke sekolah secara bertahap.

Jika jumlah rata-rata harian kasus turun di bawah lima pada 26 Oktober, jam malam akan diakhiri.

Pada bulan September, protes anti-lockdown dihadiri oleh ratusan orang di seluruh Australia.

Keterangan gambar,

Bentrokan terjadi antara polisi dan demonstran.

Di Melbourne, sekitar 300 orang berdemo untuk menentang aturan lockdown.

"Tindakan memprotes itu egois dan melanggar hukum. Setiap perilaku dari siapa pun yang berkontribusi terhadap penyebaran lebih banyak virus dan lebih banyak pembatasan tidak diinginkan siapa pun," kata Andrews.

"Orang-orang ingin ini semua selesai dan saya juga menginginkan itu," tambahnya.